Sahabat, pernahakah kalian
mendengar, atau membaca hadis nabi yang artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR.
Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah
As-Shahihah)”. Saya yakin 100%, kamu pasti pernah mendengar ataupun membaca hadis
ini. Kalau kamu mengatakan belum pernah kamu pasti sedang berbohong, mengapa ?
? ?
Karena saya memulai
tulisan ini dengan hadis tersebut J, jadi
setidaknya kamu sudah pernah mendengar atau membaca hadis ini minimal 1 kali
setelah membaca artikel ini. Terus Apa yang kamu pikirkan tentang hadis diatas?
Kalau saya setelah membaca hadis diatas
pikiran saya lansung tertuju kepada sebuah pertanyaan apakah saya sudah
bermanfaat untuk rang lain? Manfaat apa yang sudah saya berikan?
Menjadi pribadi yang
bermanfaat adalah suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Seorang muslim
telah di perintahkan untuk memberi manfaat pada orang lain bukan hanya
mengambil manfaat atau bahkan memanfaatkan orang lain. Karena sejatinya memberi
manfaat kepada orang lain, semuanya itu akan kembali kepada diri kita sendiri,
nggak percaya? Nih dasarnya “Jika kalian
berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (QS.
17:7)”
Nah, sekarang
pertanyaannya manfaat apa yang telah kita berikan kepada orang lain? Manfaat yang
dimaksud dalam hadis diatas sangat luas, manfaat yang dimaksud bukan sekedar
manfaat materi yang biasanya berwujud pemberian harta dalam jumlah tertentu
kepada orang lain. Namun manfaat yang dimaksud disini lebih dari itu, manfaat
yang bisa diberikan kepada orang lain bisa berupa: ilmu baik ilmu agama maupun
ilmu dunia, namun tidak termasuk memberikan contekan kepada teman ketika saat
ujian ya, kalau hal itu justru sebaliknya. Nah selain ilmu tadi kita juga dapat
menebar kemanfaatan dari tenaga maupun waktu kita untuk hal-hal yang baik
tentunya. Jawaban dari pertanyaan yang diatas kamu tidak perlu bingung untuk
menjawab apa, karena pada intinya selama kamu bersikap yang baik kepada orang
lain sesungguhnya kamu telah memberi manfaat kepada orang lain sesuai dengan
pedoman kita tentunya yaitu Al-Qur’an dan hadis. Bahkan sebuah senyum yang
ikhlas itu bisa menjadi sebuah ibadah kita kepada Allah, bener nggak?
Mudahkan menjadi orang
yang bermanfaat?, so apalagi yang kamu tunggu tebarkan manfaatmu sekarang juga.
Jangan hanya memikirkan egomu sehingga
kamu lupa dengan orang-orang yang ada disekitarmu yang membutuhkan mu, bukankah
berbuat baik pada orang lain = berbuat baik dengan diri kita sendiri?
Sekarang mungkin di
benak kawan2 akan timbul pertanyaan baru. Apa yang terjadi seandainya kita
tidak lagi memberikan manfaat pada orang lain? Jawabanya tentu saja sebuah
kehancuran, sahabat tentu pernah mendengar istilah homo homini lupus yang berarti manusia adalah serigala bagi
manusia. Hal tersebut akan terjadi seandainya manusia tidak lagi memberi
manfaatnya kepada sesama akhirnya semua tindakannya hanya berdasarkan nafsunya
semata. Naudzubillahimindzalik
Memberi manfaat Tidak
hanya kepada sesama manusia namun juga kepada sesama makhluk Allah SWT. Esensinya
adalah mendudukan manusia pada posisinya sebagai “Khalifah Fil Ardhi” Pemimpin
di Muka Bumi ini. Mengapa demikian ?
Pernahkah kamu berpikir
bahwa untuk apa Allah menciptakan makhluh hidup dialam ini selain manusia. Lihatlah
makhluk hidup yang ada dialam ini ternyata tidak henti-hentinya memberi banyak
manfaat kepada alam sekitarnya dimulai dari menjadi perantara terjadinya
penyerbukan, menjadi bagian dari mata rantai makanan, menyuburkan tanah,
suaranya memberikan keceriaan dan kebahagiaan pada manusia dan alam. Apa yang
dilakukan burung semata-mata melaksanakan tugasnya taat kepada perintah Tuhan
yang menciptakannya, tidak ada yang merugikan bagi lingkungannya bahkan makhluk
yang hanya tersusun satu sel pun plankton misalnya mereka terus memberikan
kontribusinya bagi keberlangsungan kehidupan ini.
Apakah manusia harus
kalah dari apa yang diberikan burung? plankton? Siapakah lebih bermanfaat ? plankton
atau manusia? Jawabnya tentunya manusia, manusia harus jauh lebih banyak
memberikan manfaat kepada alam sekitarnya melalui daya, upaya dan karyanya. Tapi
mnegapa keyataannya justru manusia yang merusak bumi ? Padahal manusia adalah
khlifa fil ard, padahal manusia makhluk yang paling sempurna, adakah yang
kurang ?
Ya, saya rasa ada yang
kurang,
Kurangnya kesadaran manusia akan tugasnya sebagai khalifah fil ardi. Seandainya
kita sadar, alangkah bahagianya antar sesama manusia saling memberi, saling
berbagi, saling membantu dalam berbagai bentuk dan kesempatan yang dihadapinya.
Semua itu bisa dilakukan dari hal yang terkecil sekalipun.
Sahabat, perbanyaklah
kebaikan dengan mengerjakan semua aktifitas dengan landasan memberi manfaat
kepada diri sendiri dan orang lain, dengan niat ibadah, sukarela tanpa harus
dibebani ada balasan materi dari sesama, niscaya kebaikan itu akan memantulkan
hasil baiknya. Semakin banyak karya yang diberikan, semakin produktif dan
semakin banyak output manfaat, akan semakin banyak amal kebaikan dan semakin
banyak pula keberkahan (kebaikan yang berkelanjutan). Bukankah dalam Al-Qur’an
telah dikatakan“Jika kalian berbuat baik,
sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (QS. 17:7)” lantas
apakah yang masih menghalangi kita?
Mari coba kita terus menayakan pada diri kita manfaat apa yang telah saya berikan hari ini?dengan begitu semoga hari-hari kita selalu memberikan manfaat kepada sesama manusia maupun kepada sesama makhluk Allah SWT....
Sign up here with your email
