WELCOME

WELCOME

"Bentangkan Layar Arungi Kehidupan Bersama FOSMI"



Biasanya setiap Lembaga Dakwah baik fakultas maupun kampus memiliki jargon yang unik dan kreatif yang merupakan ciri khas tersendiri dari masing-masing LDF maupun LDK. Menurut Keraf (2005: 107) menyebutkan bahwa kata jargon mengandung beberapa pengertian. Pertama-tama jargon mengandung makna suatu bahasa dialek, atau tutur yang kurang sopan atau aneh. Akan tetapi istilah itu dipakai juga untuk mengacu semacam bahasa atau dialek hybrid yang timbul dari percampuran bahasa-bahasa, sekaligus dianggap sebagai bahasa perhubungan atau lingua fraca. Makna yang ketiga mempunyai ketumpangtindihan dengan bahasa ilmiah. Dalam hal ini jargon diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam suatu bidang ilmu tertentu, dalam bidang seni, perdagangan, kumpulan rahasia, atau kelompokkelompok khusus lainnya.



Nah, biasanya jargon ini banyak digunakan oleh produk-pruduk makanan maupun minuman yang diiklankan di televisi. sehingga  tanpa kita sadari jargon-jargon tersebut akan melekat produk yang diiklankan tersebut. Untuk itu supaya tidak ketinggalan maka LDF FOSMI Safinatul 'Ulum juga memiliki jargon dann jargon itu adalah......
            
                     "Bentangkan Layar Arungi Kehidupan Bersama FOSMI"

terkait dengan jargon tersebut, ada sebuah artikel yang menarik dan saya copy kan dibawah ini, artikel ini  saya ambil dari http://iaiduldkfikroh.blogspot.co.id.

 

Setiap Manusia Adalah Perahu Yang Berlayar Di Samudra Kehidupan

Hidup kita ibarat perahu ditengah samudra luas yang penuh badai dan angin kencang namun ddidalam perahu itu sudah dilengkapi dengan alat-alat komunikasi dan kompas, ketika seorang insan sudah terlalu jauh dari jalan yang harusnya ditempuh maka  alat komunikasinya adalah Allah dan kompasnya adalah alqur'an dan alhadits, tidak ada yang lain.Lebih dari itu... Manusia diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat serta kemampuan yg luar biasa. Diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalankan perahu kehidupan kita secara baik dan benar. 

Bahkan seekor lalat pun rezekinya sudah diatur oleh Maha Besar Allah, lalu bagaimana mungkin seorang manusia yang jauh lebih sempurna (memiliki akal budi & perasaan) masih mengeluh bahwa hidup ini tidak adil, mengeluh bahwa rezeki mereka terlalu sempit, mengeluh bahwa tidak ada satupun kesempatan yang datang pada mereka. bukankah semua keluhan itu bisa menjadikan mereka muslim yang kufur? bagi mereka yang sering berpikiran demikian tidak ada salahnya jika sesama muslim kita saling mengigatkan, cobalah ajak mereka berjalan keluar dan mengelilingi daerah sekitarnya, cobalah minta mereka tidak hanya melihat dengan mata tapi juga melihat dengan hati dan pikiran yang jernih, lhat bagaimana seorang pemulung masih bisa makan, cobalah lihat bagaimana seorang tukang parkir masih bisa bertahan hidup, cobalah lihat seroang penjual kerupuk masih bisa bersyukur, dan banyak lagi! apa kurang cukup bukti bahwa manusia sudah ditakdiran sebagai salah satu penciptaan Allah yang paling sempurna, hanya orang-orang kufur yang bisanya mengelu dan mengatakan hidup ini tidak adil.
Tidak ada gunanya perahu yang hebat jika hanya ditambat di dermaga. Sejatinya hidup kita adalah berlayar mengarungi samudra, melawan badai, menembus ombak dan menemukan pantai harapan. Sejatinya hidup selalu ada masalah, dan manusia akan selalu dihadapkan dengannya tinggal bagaimana manusia mengunakan alat komunikasi dan kompasnya untuk menghadapi semua masalah itu.
Mari kita kembangkan layar, penuhi dada kita dengan keyakinan bahwa Allah bersama kita...Allahu Akbar!!!
Sesuai dengan artikel ini, maka apabila kalau kita ibaratkan setiap manusia adalah perahu yang berlayar disamudera kehidupan, maka di harapkan nantinya FOSMI Safinatul 'Ulum dapat menjadi mitra dalam mengarungi samudera kehidupan tersebut sesuai dengan jargon FOSMI itu sendiri....
sekali layar terkembang, surut kita berpantang!!!
Previous
Next Post »

Come Join Us

Come Join Us