WELCOME

WELCOME

APAKAH AKU SEORANG AKTIVIS DAKWAH?


Masih membekas rasanya perkataan Seorang ustad bahwa didunia ini sesungguhnya hanya terdapat dua jalan, yaitu jalan yang mulus penuh dengan keindahan tanpa sedikitpun halangan dan rintangan jika kita melewati jalan ini tentu saja kita akan merasa begitu nyaman namun sayang diujung jalan ini akan berakhir dengan kesengsaraan. Dan jalan yang kedua adalah jalan yang penuh dengan tantangan dan rintangan, berbatu dan menanjak tentu saja melewati jalan ini sangat beresiko tetapi di ujung jalan ini kita akan menemukan sebuah kebahagiaan yang tiada duanya dan jalan ini merupakan jalannya para nabi terdahulu bahkan jalannya rasulullah SAW dan para sahabatnya dan jalan ini adalah jalan dakwah. Jalan yang saya maksud diatas tentu bukanlah jalan dalam arti yang sebenarnya namun merupakan sebuah perumpumaan, kita dalam mengarungi kehidupan ini.
  Kemudian saya berpikir dimanakah posisi saya saat ini? Apakah berada dijalan yang ditempuh oleh rasulullah SAW bersama para sahabatnya? 
Sebenarnya hari ini saya telah memutuskan jalan yang saya akan tempuh, bahkan saya sudah mulai menapakinya namun terkadang pertanyaan diatas muncul menyelimuti pikiran ini. Aktivis dakwah julukan yang biasa di berikan kepada orang-orang yang memilih jalan ini. Pantaskah saya? Dakwah adalah jihad, segala bentuk pengorbanan dituntut dari seorang yang ingin berdakwah mulai dari waktu, harta bahkan jiwa sekalipun. Seluruhnya menjadi konsekuensi yang harus diberikan saat memilih jalan ini, dakwah jauh lebih penting ketimbang diri si pendakwah itu sendiri.  Begitulah idealnya. Namun hari ini saya? Apa yang telah saya korbankan? Waktu? Saya rasa belum, masih banyak waktu luang saya yang terbuang hanya dengan bercanda, tidur dll. Harta? Saya rasa juga belum. Apalagi jiwa masih sangat-sangat jauh saya rasa.

Maka dari itu untuk di katakan seorang aktivis saya merasa masih banyak kekurangan, sepertinya untuk menyandang gelar aktivis mungkin belum pantas, karena sampai saat ini peran saya masih sangat kecil, sebagian besar pikiran dan tindakan yang saya lakukan  sering di sibukkan dengan urusan dunia, sehingga urusan agama masih sangat kurang, mungkin hanya waktu sisa yang sering saya gunakan untuk kegiatan agama, padahal waktu untuk urusan agama merupakan waktu yang harus diutamakan.Mengajak kawan-kawan untuk sholat, namun sholat wajib sendiri saja masih sering tidak di kerjakan. jadi, apakah aku seorang aktivis dakwah??? aktivis atau bukan saya rasa itu tidak penting lagi, yang penting saya harus meperbaiki diri saya dan juga mengajak kawan-kawan saya untuk sama-sama memperbaiki diri.

by: 130254241028
Previous
Next Post »

Come Join Us

Come Join Us